untitled
  • Hey Webmasters! Get a free website with holiday themes - Get it NOW!

Privat TK/SD

Telepon 0815-3848098

Untuk Depok

dan Sekitarnya

Hubungan Intim pada saat hamil

  BOLEH TETAP BERINTIM-INTIM SELAMA HAMIL ?
            

Banyak yang bilang, tak boleh berintim-intim saat hamil. Ternyata jika dilakukan sesuai kondisi dan posisi tepat, boleh-boleh saja, kok.

            Bolehkah wanita yang sedang hamil melakukan hubungan seksual? Pertanyaan ini sering menghantui pasangan suami-istri. Bahkan, tak jarang pasangan tak melakukan hubungan seksual selama istri hamil karena rasa takut yang sebetulnya tak beralasan.


            Menurut ahli andrologi dan seksologi, Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila, hubungan seksual selama hamil tetap boleh dilakukan. "Tapi, pada tiga bulan pertama kehamilan, sebaiknya frekuensi hubungan seksual tak dilakukan sesering seperti biasanya," ujar peneliti di bidang reproduksi dan seksualitas manusia ini. Pasalnya, jika hubungan seksual dipaksakan pada masa tiga bulan pertama usia kehamilan, dikhawatirkan bisa terjadi keguguran spontan.


            Selain tiga bulan pertama kehamilan, pasangan sebaiknya juga lebih berhati-hati dalam melakukan hubungan seksual pada saat tiga bulan menjelang waktu melahirkan. Sebab, menurut Wimpie, dikhawatirkan terjadi kelahiran dini.


            HATI-HATI KEGUGURAN


            Memang, lanjut Wimpie lebih jauh, keguguran bisa disebabkan banyak hal. Misal, karena trauma pada perut, penyakit, atau karena hal-hal ringan seperti nutrisi yang kurang bagus. Selain itu, keguguran juga bisa terjadi akibat kekejangan otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim bisa terjadi karena benturan, misalnya karena jatuh. Di sisi lain, kekejangan otot rahim juga bisa terjadi karena hubungan seksual.


            Kok, bisa? "Pada saat wanita mencapai orgasme, terjadi kekejangan pada otot seluruh tubuh, termasuk otot rahim. Nah, kekejangan otot rahim yang terlalu kuat inilah yang bisa mengakibatkan keguguran. Tak jarang, wanita yang tengah hamil mengalami perdarahan setelah berhubungan badan," jelas Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Bali ini.


            Lebih jauh dijelaskan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG dari RSPAD Gatot Subroto, "Di dalam pembuluh rahim terdapat pembuluh darah yang masuk ke ari-ari. Pembuluh darah inilah yang menyuplai oksigen ke bayi. Nah, pada saat wanita orgasme, pembuluh darah ini terjepit. Akibatnya, dikhawatirkan suplai oksigen ke bayi akan terhambat." Tapi, lanjutnya, selama kontraksi yang terjadi tak berkepanjangan, tak ada yang perlu dikhawatirkan.


            Karena itulah, wanita yang pernah mengalami keguguran juga disarankan untuk lebih hati-hati melakukan hubungan seksual saat hamil. "Bahkan, kalau mungkin dihindari," saran Wimpie.


            GAIRAH MENINGKAT


            Yang perlu diperhatikan oleh pasangan suami-istri ialah hubungan seksual tak bisa dilakukan hanya demi kepentingan salah satu pihak. Entah itu pihak suami maupun pihak istri semata. Dengan begitu, penting bagi pasangan untuk mengatur kapan saat berhubungan seksual. Dengan kata lain, disesuaikan kondisi pasangan.


            Saat istri hamil, tentu yang lebih dipikirkan adalah kondisi pihak wanita. Pria harus menyadari, wanita juga memiliki dorongan seksual. Suami juga sebaiknya tahu, saat hamil, wanita merasakan beban. Beban ini bisa mengakibatkan dua hal. Mungkin saja beban itu bisa mengurangi dorongan seksual atau justru malah meningkatkan dorongan seksualnya.


            Biasanya, saat hamil muda, sebagian wanita akan kehilangan dorongan seksualnya. Khususnya bagi wanita yang selama hamil muda mengalami efek samping kehamilan, seperti muntah-muntah berlebihan, tak ada nafsu makan atau tekanan darah yang meningkat. Nah, biasanya dalam kondisi seperti itu, dorongan seksual wanita akan terhambat.


            Tapi, pada sebagian wanita yang lain, dorongan seksualnya justru meningkat saat usia kehamilan muda. Ini biasanya dialami wanita yang tetap sehat dan tak mengalami efek kehamilan seperti yang dialami sebagian wanita hamil lain.


            Selama kondisi mereka sehat, tak mengalami muntah-muntah, nafsu makan baik, dan tekanan darahnya normal, dorongan seks wanita hamil biasanya akan tetap atau bahkan meningkat. Peningkatan dorongan seksual ini terjadi karena aliran darah ke vagina semakin banyak, sehingga wanita merasakan kehangatan di vaginanya.


            HAMIL TUA


            Saat usia kehamilan mendekati waktu melahirkan, pada umumnya dorongan seksual wanita akan hilang. Pasalnya, saat itu sudah mulai timbul rasa sakit di rahim, serta semakin besarnya beban yang dipikul karena kehamilan yang semakin besar.


            Pada situasi seperti ini, suami seharusnya bisa memperhitungkan antara dorongan seksualnya dan dorongan seksual istri. Termasuk mempertimbangkan kondisi kesehatan istri. Jika gangguan masih terjadi pada istri, suami harus harus bisa mengendalikan dorongan seksualnya untuk tak melakukan hubungan seksual.


            Sebagaimana istri tak menuntut melakukan hubungan seksual karena kondisinya, maka suami pun harus juga bisa mengerti masalah yang dihadapi istrinya.


            Salah satu cara mengurangi risiko yang mungkin timbul ialah mengurangi frekwensi hubungan seksual. Atau dalam keadaan betul-betul diperlukan, wanita tidak orgasme, meski menyiksa.


            POSISI


            Faktor lain yang juga patut mendapat perhatian, saran Wimpie, adalah perlunya mengatur posisi hubungan. Apalagi jika wanita sedang dalam kondisi hamil tua. Perut yang semakin membuncit tentu tak bisa lagi memberi keleluasaan bagi wanita untuk melakukan hubungan seksual dalam berbagai posisi.


            Dalam keadaan hamil muda, semua posisi mungkin masih bisa dilakukan, meski tentu tetap perlu diatur. Pasalnya, meski kandungan belum terlalu besar, tapi bagi sebagian wanita tetap menjadi hambatan.


            Saat usia kehamilan sudah di atas tujuh bulan, biasanya sudah muncul hambatan karena rahim yang sudah membesar. Jika segala posisi dipaksakan, tentu akan membebani pihak istri. Karena itu, menurut Wimpie, dalam keadaan hamil besar, sebaiknya hubungan dilakukan dengan pria pada posisi di belakang wanita.


            Hubungan dilakukan sambil berbaring miring menghadap satu arah. "Selain lebih mengurangi ketidaknyamanan pada wanita, posisi ini juga bisa mengurangi tekanan pada dinding rahim," terang pembicara dalam berbagai seminar ini. Yang jadi masalah, tak selalu mudah melakukan penetrasi dari belakang.


            Bagaimana dengan posisi lain? Bisa-bisa saja dicoba tapi kemungkinan besar akan membebani pihak wanita. Misal, hubungan dilakukan sambil duduk dan wanita berada di atas pria. Tapi, wanita bisa terlalu payah jika memaksakan diri melakukan hubungan seksual dengan posisi ini.


            KEPENTINGAN BERSAMA


            Frekuensi hubungan seksual juga sangat tergantung pada kondisi wanita. Banyak sekali wanita yang sedang hamil tua merasa capek karena beban yang lebih berat dibandingkan saat usia kehamilannya masih muda.


            Ada sebagian orang berteori, hubungan seks pada usia kehamilan tua akan mempermudah kelahiran karena pada saat itu terjadi kekejangan pada otot rahim. Yang terjadi ialah, pria mengalami ejakulasi dan sperma masuk ke vagina. Di dalam sperma terdapat prostaglandin, yakni hormon yang bisa menimbulkan kontraksi. "Bagian dari prostaglandin ini memang bisa menyebabkan kekejangan otot rahim, meski konsentrasinya tak cukup besar untuk menimbulkan kekejangan. Justru kekejangan lebih sering dan lebih kuat karena orgasme," papar Wimpie.


            Jadi, selama tak menjadi beban bagi istri, hubungan intim selama hamil tak jadi masalah. Lain hal jika istri kehilangan dorongan seksual dan hanya melakukan hubungan seksual demi memuaskan suami, bisa-bisa hanya akan menjadi beban baginya.


            Intinya, hubungan seksual yang baik adalah hubungan yang dilakukan untuk kepentingan bersama antara suami dan istri. Karena bagaimana pun, hubungan seksual yang baik merupakan bentuk hubungan komunikasi yang paling dalam antara pasangan suami istri.


            Hasto Prianggoro.Ilustrasi:Pugoeh(nakita)

          
    

            Posisi Hubungan Seks Selama Hamil


            Pada prinsipnya, seperti dikatakan Dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, wanita hamil boleh melakukan hubungan seks selama perutnya tak tertindih saat berhubungan dan ia bisa menikmati hubungan. Juga, Jangan sampai penis menekan mulut rahim. Karena itu sebaiknya dipilih posisi yang paling tidak menekan. Posisi hubungan seks yang disarankan untuk wanita hamil antara lain:
            * Pria di atas tapi ia miring ke salah satu sisi atau bertahan dengan lengan, agar berat badannya tak menekan wanita.
            * Wanita di atas tapi hindari penetrasi yang dalam.
            * Pria duduk di kursi atau tempat tidur dan wanita berada di atasnya. Selain tak membebani kehamilan, posisi ini juga memudahkan wanita mengatur irama hubungan sekaligus mengurangi tekanan di dinding rahim.
            * Pria-wanita berbaring menghadap satu arah dengan posisi wanita di depan pria. Penetrasi dilakukan pria dari belakang.
            * Wanita dalam posisi lutut-siku (menungging). Penetrasi dilakukan pria dari belakang.


            Hasto 

           
     

                Kapan Sebaiknya Membatasi Hubungan Seks ?


            * Setiap kali terjadi perdarahan yang tak diketahui sebabnya.
            * Selama trimester pertama, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukkan tanda-tanda ancaman keguguran.
            * Selama 8-12 minggu terakhir, bila wanita punya riwayat keguguran atau ancaman keguguran atau menunjukkan tanda-tanda ancaman keguguran.
            * Bila membran amnion (selaput ketuban) pecah.
            * Bila terjadi plasenta previa (plasenta terletak di dekat atau di atas leher rahim), sehingga dapat keluar terlalu dini pada hubungan seksual, menyebabkan perdarahan dan mengancam ibu serta janinnya.
            *Selama trimester akhir pada kehamilan kembar.


PANDUAN MENJALANI KEHAMILAN SEHAT
Penulis : Mellyna Huliana, A.Md.Keb

Perawatan Berkala dan Cara Hidup Sehat Wanita Hamil Dengan bertambahnya usia kehamilan dan semakin membesarnya perut, akan timbul rasa tidak nyaman, baik dari segi fisik maupun penampilan. Pada kondisi ini, wanita hamil dianjurkan untuk tetap merawat dan menjaga kesehatan pribadi. Walaupun rasa malas sering muncul, wanita hamil dianjurkan untuk dapat mengatasinya. Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan oleh wanita hamil dalam upaya merawat dan menjaga kesehatan pribadinya. Memelihara kebersihan pribadi:
- Selama kehamilan, rambut akan tumbuh lebih cepat, tebal, dan mengkilat sehingga akan tampak berminyak. Untuk mengatasinya, cucilah rambut paling sedikit 2-3 kali seminggu.
- Peliharalah gigi secara teratur untuk menghindari terjadinya infeksi di rongga mulut. Infeksi yang terjadi di rongga mulut akan mudah menyebar ke organ yang lainnya. Selain itu, periksalah gigi ke dokter secara teratur dan informasikan bahwa Anda sedang hamil.
- Jagalah kebersihan kulit dengan baik. Pada saat mandi, gosoklah kulit secara perlahan untuk menghindari terjadinya kelecetan. Kulit yang lecet sangat mudah terinfeksi oleh kuman- kuman penyakit.
- Peliharalah kebersihan payudara. Lakukanlah pengurutan sesuai nasehat dokter/bidan untuk mempersiapkan ASI. Sokong payudara dengan BH yang lebih besar dan cukup menunjang.
- Jagalah kesehatan alat kelamin untuk menghindarkan terjadinya infeksi kandungan. Jika kandungan Anda terinfeksi, tentunya akan membahayakan pertumbuhan dan perkembangan janin.
Memilih makanan yang tepat
Makanlah makanan yang bergizi seimbang dan olahlah makanan secara benar.
- Pilihlah bahan makanan yang segar.
Hindari penggunaan bahan pengawet dan berwarna.
- Konsumsilah makanan yang diolah matang dan hindari pola makan yang berlebihan.
- Konsumsilah makanan yang cukup mengandung protein, baik hewani maupun nabati dan kurangi makanan yang banyak mengandung garam.
Penggunaan obat-obatanPada masa kehamilan (terutama selama triwulan pertama), usahakan untuk tidak menggunakan obat apapun tanpa seizing dokter/ bidan. Hindari minuman beralkohol dan merokokHindari minuman yang mengandung alcohol dan merokok. Secara langsung, hal tersebut dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, yang mengakibatkan kelahiran janin dengan berat badan yang rendah. Lebih parah lagi, kemungkinan besar timbulnya cacat bawaan atau kelainan pertumbuhan dan perkembangan mental dapat terjadi.Mengatur waktu tidur dan istrahat Semakin tua usia kehamilan, seseorang wanita lebih cepat merasa letih. Pada kondisi seperti ini, wanita hamil dianjurkan untuk beristrahat secukupnya dan menhindari aktivitas yang berat. Berbaringlah dengan posisi kaki lebih tinggi.Usahakan untuk tidur di siang hari selama 1-2 jam dan di malam hari sekitar 8 jam. Pada saat istirahat, pikiran wanita hamil harus setenang mungkin.Mengatur olah raga dan bekerja Wanita hamil dianjurkan untuk melakukan olah raga ringan, seperti jalan kaki di pagi hari atau berenang. Jika tidak ada keluhan mengenai kandungan, ikutilah senam hamil secara teratur untuk mendukung pembentukan dan menguatkan otot-otot tubuh. Sesuaikan dengan kondisi jika Anda melakukan pekerjaan sehari-hari.Kenderaan Gunakan kenderaan yang aman dan nyaman jika bepergian jauh. Hindari jalan yang buruk agar kandungan tidak terguncang terlalu keras.Mengatur berat badan Hindari kenaikan berat badan yang berlebihan karena dapat mempersulit proses persalinan.Pengobatan Cegah dan obatilah penyakit infeksi sedini mungkin. Konsultasikan ke dokter segera jika ada keluhan/ kelainan.Senggama Batasi sanggama jika terjadi perdarahaan, keluar air, atau kontraksi. Jika tidak ada keluhan atau kelainan, biasanya sanggama aman dilakukan sampai enam atau delapan minggu terakhir sebelum hari taksiran persalinannya.Memilih dan menggunakan pakaian dan alas kaki Wanita hamil dianjurkan untuk menggunakan pakaian yang longgar, mudah dan nyaman dipakai. Hindari penggunaan sepatu atau alas kaki dengan tumit yang tinggi untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan (misalnya jatuh atau tergelincir).Memeriksakan kehamilan Periksalah kehamilan secara teratur dan ikutilah saran-saran dari dokter / bidan agar proses kehamilan dapat berjalan lancar
 

 
Waspadai Flek dan Perdarahan
Penulis : Disadur dari Tabloid Ibu & Anak


Flek kadang terjadi di awal kehamilan namun, kalau terjadi perdarahan harus di anggap serius. flek dapat berupa garis kemerahan atau kecoklatan, berbeda dengan perdarahan yang ditandai dengan jumlah darah yang banyak dan berwarna merah segar.

Salah satu penyebab flek yaitu ketika sel telur yang sudah dibuahi menempel dan menggali dinding rahim. Flek ini sangat sedikit merah dan cepat berhenti. Hal ini disebut flek inplantasi

Flek pada trimester pertama berbeda dengan trimester kedua atau ketiga. Pada trimester pertama bisa menjadi tanda awal keguguran atau kehamilan ektopik terutama jika disertai sakit atau kram di daerah perut. Pada trimester kedua dan tiga flek dapat menjadi tanda adanya plasenta previa (letak plasenta terlalu ke bawah), plasenta solutio (plasenta lepas dari dinding rahim), keguguran terlambat, gangguan pembekuan darah, atau persalinan prematur.

Ibu dikatakan mengalami abortus imminens bila hanya terjadi flek tidak terjadi mulas dan tidak ada pembukaan mulut rahim. Namun jika jumlah darah semakin banyak dan mulas makin sering sehingga mulut rahim membuka tapi hasil konsepsi (janin) masih dalam rahim, ibu dikatakan mengalami abortus insipiens. Dan jika sebagian hasil konsepsi telah keluar disebut abortus in komplet. Pada dua keadaan terakhir ibu harus menjalani dilakukan kuretase untuk mengeluarkan dan membersihkan semua hasil konsepsi.

Sekitar 25% wanita hamil mengalami flek atau perdarahan, dan sekitar 50% dialami oleh wanita yang keguguran. Namun jika di USG dan ada degup jantung janin di minggu 7-11 kehamilan peluang untuk meneruskan kehamilan lebih tinggi dari 90%.

Jika ibu hamil mengalami flek atau perdarahan, mungkin perlu dilakukan beberapa pemeriksaan untuk memastika calon ibu dan bayi baik-baik saja.

Artikel ibu & anak Edisi No. 257 Thn V 30 Oktober 2003 Minggu 42


Kesehatan Mendukung Aktivitas Anda Selama kehamilan
Penulis : website

`Empat hal pokok` yang dapat Anda lakukan dalam rangka menjaga kesehatan:

Makan teratur

Kebiasaan makan yang tidak teratur menyebabkan sistem pencernaan Anda terganggu. Hal ini jelas akan mempengaruhi kondisi kesehatan Anda secara keseluruhan. Dan kesehatan yang terganggu akan mempengaruhi konsentrasi kerja Anda. Maka jangan menunda-nunda makan jika sudah tiba waktunya, sekalipun Anda sedang sibuk. Setidaknya jika Anda tidak sempat keluar ruangan karena sedang dikejar ‘deadline’, Anda bisa minta tolong dibelikan makanan dan menyantapnya di meja Anda. Tapi usahakan mengkonsumsi makanan dengan nilai gizi seimbang.

Rileks

Banyak orang melakukan kegiatan santai untuk menghilangkan kepenatan. Padahal disamping itu rileks dapat melupakan kekhawatiran dan mengalihkan pikiran yang suntuk akibat pekerjaan. Orang yang selalu menyempatkan diri untuk rileks meski sedang sibuk adalah orang-orang yang tahu menjaga kesehatan. Karena dengan rileks, Anda terhindar dari stress, kelelahan dan depresi.

Tidur

Setelah seharian bekerja, tubuh Anda perlu waktu untuk mengembalikan vitalitas dan energi. Caranya adalah dengan tidur cukup. Karena itu pakar kesehatan mengatakan, "Adalah hal yang bodoh jika Anda meningkatkan produktivitas dengan mengurangi jam tidur". Waktu ideal untuk tidur adalah enam sampai delapan jam sehari. Ingat, meskipun Anda dalam keadaan tidur, pikiran bawah sadar Anda tetap bekerja. Maka pikirkanlah hal-hal yang menyenangkan sebelum tidur. Tidur dengan pikiran yang buruk akan mengurangi kualitas tidur Anda yang sesungguhnya.

Olahraga

Olahraga yang dilakukan dengan baik dapat menjadi perangsang fisik dan mental sekaligus melenyapkan kemalasan. Olahraga mengajarkan Anda untuk lebih gigih dan konsentrasi dalam hal apapun, termasuk pekerjaan. So, sempatkanlah berolahraga walaupun hanya sebentar. Olahraga ringan seperti jogging atau bersepeda mungkin bisa menjadi alternatif bagi Anda yang sibuk, karena selain ringan dan tidak memakan banyak waktu, olahraga ini terbukti dapat menyegarkan tubuh dan pikiran Anda.

Mudah kan menjaga kesehatan? Jika Anda mempraktekkannya dengan benar pasti deh Anda akan sehat. Karena kesehatan akan mendukung kelancaran aktivitas Anda. Tapi ingat, selain keempat hal tersebut ada satu hal penting yang juga membantu kesehatan Anda yaitu `positive thinking`. Nah yang satu ini akan menyehatkan mental Anda yang juga berpengaruh pada kesehatan fisik Anda. Selamat menjaga kesehatan!


Jika Ibu Gemuk Hamil
Penulis : Tabloid Ibu & Anak wawancara dengan dr. Dewi Gaduh, SpOG


Secara umumnya, Ibu hamil dengan Berat Badan (BB) berlebihan dapat melalui kehamilannya dengan aman dan sehat. Tetapi, resiko adanya gangguan kesehatan meningkat sesuai dengan bertambahnya BB selama hamil antara lain:
1. Resiko tekanan darah tinggi
2. Sakit gula (diabetes)
3. Sulit menduga usia kehamilan karena ovulasi atau pelepasan telur dari kandung telur sering tidak teratur bagi wanita yang gemuk
4. Sulit menentukan usia kehamilan melalui ketinggian fundus atau puncak rahim karena tertutup lapisan lemak.
5. Sulit menentukan ukuran dan posisi janin secara manual, jadi perlu bantuan teknologi demi mencegah bayi sungsang, dsb
6. Janin juga ikut bertumbuh besar, sehingga sulit melahirkan secara spontan, bahkan melalui sectio caesaria pun akan mengalami kesulitan ketika dilakukan pembedahan dan pemulihannya karena dinding perut yang tebal.

Melihat kemungkinan terjadinya hal-hal tersebut diatas membuat seorang ibu sebaiknya melakukan program diet sehat sebelum nya. Konsultasikan pola diet dengan dokter agar ibu tidak mengalami defisiensi gizi, kondisi yang juga tidak sehat selama perencanaan kehamilan. Bila kehamilan sudah terjadi tanpa sempat menurunkan BB, perawatan medis yang baik dan ketat dapat meningkatkan kesempatan sukses ibu dan bayi. Sejak awal kehamilan, ibu dapat melakukan tes-tes yang lebih banyak dibandingkan ibu yang beresiko rendah. Tes-tes tersebut antara lain:
· Pemeriksaan ultrasonogrfi (USG) pada awal kehamilan untuk menentukan usia kehamilan yang lebih tepat. Dan sekali lagi untuk menentukan posisi dan ukuran janin
· Tes toleransi glukosa atau melacak kemungkinan diabetes pada kehamilan yang dilakukan pada trisemester kedua
· Tes-tes lain yang tidak menimbulkan stress, termasuk tes diagnosa untuk memantau kondisi bayi yang dilakukan menjelang akhir kehamilan.

Perawatan diri yang baik juga penting dilakukan. Dokter kemudian akan menganjurkan atau melarang beberapa hal. Biasanya ibu akan dianjurkan melakukan melakukan diet rendah kalori. Asupan kalori yang dianjurkan adalah sebanyak + 1800 kalori per hari, yang terkandung di dalam makanan kaya vitamin, mineral, dan protein. Olah raga yang teratur juga dapat membantu pengendalian pertambahan berat badan tanpa harus mengurangi makanan secara drastis.
Jika anda berencana untuk kehamilan berikutnya, sebaiknya coba kembali ke berat badan ideal dahulu karena dapat membuat kehamilan anda lebih mudah.



Zat-zat berbahaya dalam makanan Ibu Hamil
Penulis : Tabloid Ibu & Anak/No.207/MG.45/Th IV/14 Nov'02


Salah satu kebutuhan Ibu Hamil adalah makanan. Tetapi hati-hati ternyata banyak makanan yang tidak aman untuk dikonsumsi karena mengandung banyak sekali zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Sebenarnya tidak semua makanan yang mengandung zat kimia berbahaya bagi tubuh lantaran ada juga zat kimia yang justru sangat bermanfaat.
Guna menghindari terjadinya resiko yang menbahayakan kesehatan Ibu dan Janin yang tengah tumbuh dalam kandungan, Ibu Hamil memang harus cukup disiplin menegakkan diet dalam pola makan sehari-hari. Waspadalah baik terhadap makanan berzat kimia berbahaya.
Berikut panduan yang disampaikan oleh Dr. Alfiben, Sp.OG :

· Cukup sayuran hijau dan kuning yang mengandung Beta-Karoten yang bersifat melindungi, akan dapat melawan reaksi racun dalam makanan.
· Hindari pemakaian sakarin, karena zat ini bisa menembus plasenta dan pengaruh jangka panjang terhadap janin, belum diketahui. Pemanis yang terbuat dari karbohidrat, seperti sorbitol dan mannitol, dianggap aman tetapi waspadalah karena tidak rendah kalori dan dosis menengah saja dapat menyebabkan diare.
· Sebisa mungkin, masaklah dari awal bahan-bahan yang segar. Dengan begitu Anda terhindar dari bahan tambahan yang terkandung dalam makanan yang sudah diproses, juga makanan Anda dipastikan jauh lebih bergizi.
· Berhati-hatilah dengan ikan hasil pancingan sendiri. Mungkin ikan-ikan ini hidup di air yang sudah dikotori bahan-bahan kimia.
· Hindari makanan yang diawetkan dengan nitrat dan nitrit pada umumnya, misal sosis, salami, daging awetan, ikan dan daging asap.
· Bijaksanalah mengkonsumsi makanan yang mengandung zat tambahan seperti zat warna, zat pemberi rasa, bahan pengawet, dan lainnya.
· Hindari penggunaan MSG ( Monosodium Ultra Glutamat ) saat anda memasak, yang biasa terkandung dalam vetsin atau kaldu bubuk.
· Pilihlah daging yang tidak terlalu berlemak dan ayam/burung tanpa kulit. Atau, hilangkan saja semua lemak dikulit sebelum memasaknya. Sebab bahan kimia yang dimakan hewan terkonsentrasi pada bagian kulit dan lemak dan jangan terlalu sering makan jeroan, belilah daging yang dipelihara secara organik tanpa hormon dan antibiotik, seperti ayam yang dipelihara bebas.
· Cucilah buah dan sayuran, kalau perlu kupas atau gosok kulitnya untuk menghilangkan permukaan yang masih mengandung bahan kimia terutama yang memiliki permukaan yang seperti lilin (misal apel, ketimun, tomat dan terong).
· Waspadalah dengan produk yang tampilannya “sempurna”. Buah dan sayuran yang tampak cantik tidak bercacat mungkin sudah dilindungi pestisida. Produk yang kurang cantik, atau bahkan bercacing seringkali lebih sehat.
· Bila memungkinkan dan praktis, belilah produk organik (bisa dilihat dari label atau dibeli ditoko tertentu) yang biasanya bebas bahan kimia.
· Pilihlah produk lokal. Produk impor mungkin lebih banyak mengandung pestisida dan bahan pengawet.
· Variasikan menu Anda. Ini bukan saja memberi pengalaman menarik bagi saluran pencernaan, tetapi juga menyediakan gizi yang baik dan menghindari kontak dengan bahan racun.
· Jangan fanatik. Meski kita berupaya menghindari kemungkinan zat berbahaya dalam makanan, jangan sampai hal ini membuat Anda kelewat tertekan.

Tabloid Ibu & Anak No. 207/MG.45/THN.IV/14 NOV’02
 

 
Ketika Janin Bergerak...
Penulis : Tabloid Ibu & Anak, hasil interview dengan Dr. Alfiben, Sp.OG (RSIAH Depok)


v “Akrobat” dirahim yang luas
Memasuki trimester kedua, tepatnya pada bulan keempat atau kelima, embrio mulai aktif bergerak dan menendang dinding perut Ibu dibantu oleh adanya cairan ketuban didalam rahim yang memudahkan janin mengambang kesana kemari, hanya dihubungkan dengan tali pusar ke ari-ari (uri,plasenta) yang menempel di dinding rahim Ibunya.

v Gerakannya mulai terasa...
Seiring pertumbuhan usia kehamilan, rahim mulai sempit, gerakan janin ini akan sangat dirasakan Ibu hamil. Selain itu, karena rongga bagian atas lebih luas dibanding bagian bawahnya, janin cenderung meletakkan kakinya diatas agar lebih leluasa bergerak dan kepalanya menukik kearah rahim. Hal ini terjadi pada usia kehamilan mencapai 7 bulan. Apabila pada usia 7 bulan ini kepala janin belum mengarah kebawah, inilah yang disebut sungsang. Posisi sungsang juga dapat terjadi jika gerakan kepala bayi menukik kebawah terhambat posisi tali pusar yang pendek atau membelit, sehingga kepala janin tetap diatas dan kaki dibawah – disebut sungsang sempurna. Meski sungsang sempurna, bayi dapat lahir normal dengan hanya sedikit bantuan. Jika letak bayi agak miring atau melintang, barulah dibutuhkan operasi caesar untuk melahirkan.

v Menjadi “Pendiam”
Diakhir kehamilan, ruang gerak janin makin sempit, cairan amnion (ketuban) pun berkurang sehingga tak banyak membantu pergerakkan janin. Akibat dari kondisi ini adalah janin seperti ‘pendiam’ dan pergerakkan bayi akan semakin berkurang pada minggu-minggu terakhir kehamilan, saat kepala janin mulai masuk ke rongga pinggul. Berkurangnya gerak janin ini sangat alami, yang penting Anda masih bisa merasakan gerakan janin setiap hari meski tak sekuat sebelumnya. Kebanyakan janin memiliki masa aktif tengah malam.


Kram Perut Saat Hamil
Penulis : Wawancara Tabloid Ibu & Anak dengan Dr. Chairulsjah Sp.OG

Saat hamil terkadang muncul rasa keras dan kram disekitar daerah perut. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil dan umumnya tidak membahayakan, meski demikian tak berarti boleh dibiarkan sampai menimbulkan rasa sakit berkepanjangan. Kalau intensitas dan kekerapananya tinggi sebaiknya segera periksakan ke dokter jangan tunggu sampai sakit.
Istilah kram perut sebenarnya tidak dikenal dalam medis, yang ada adalah kontraksi dalam kehamilan. Keadaan ini adalah wajar yang menandakan bahwa didalam rahim terdapat benda hidup lainnya. Kontraksi ini merupakan reaksi fisiologis dari rahim secara periodic karena rahim sedang berisi. Kontraksi mulai dirasakan sejak trisemester kedua kehamilan. Dan umumnya terjadi sesekali saja. Jika menimbulkan rasa sakit tetap harus diwaspadai karena kram yang berkelanjutan sampai sakit bisa menyebabkan keguguran atau kelahiran premature.

Penyebab Kram
Rasa kram timbul disebabkan oleh gangguan asupan oksigen ke rahim sehingga terjadi kekurangan oksigen. Jika asupan oksigen tidak lancer, aliran darah pun menjadi tidak lancar. Inilah yang menimbulkan rasa sakit.
Sebenarnya janin dalam perut dilingkupi oleh ari-ari sehingga saat rahim berkontraksi darahpun terhambat alirannya ke dalam janin. Jika intensitas dan frekuensi kontraksi cukup tinggi cadangan oksigen ari-ari pun bisa berkurang atau bahkan habis.

Kontraksi dianggap normal ketika memasuki usia 37-40 minggu, yakni minggu-minggu mendekati kelahiran. Bila kram perut sering muncul diusia kehamilan kurang dari 20 minggu, di khawatirkan bisa menyebabkan keguguran. Setiap kehamilan punya resiko untuk itu, terutama ibu hamil dengan kelebihan berat badan maupun yang berat badannya sagat kurang. Kontraksi yang masih dianggap wajar adalah berlangsuang sesaat saja atau masih dalam hitungan 1-3 menit saja.

Ada cara mudah yang dianjurkan untuk mengurangi kram atau kontraksi yang berlangsung yaitu dengan menghentiakn segala kegiatan yang sedang dilakukan segera dan segeralah istirahat.

Gangguan asupan oksigen itu disebakan oleh berbagai factor yang salah satunya adalah aktifitas ibu hamil yang berlebihan, karena kegitan yang berlebihan dapat membuat daya serap oksigen lemah. Penyebab lain adalah asupan gizi ibu hamil yang kurang bagus, sehingga ibu kekurangan energi untuk mengantarkan darah dan oksigen ke rahim.
Teakhir yang menjadi penyebab adalah factor emosi. Keadaan jiwa seseorang saat hamil sangat mempengaruhi keseluruhan proses kehamilan. Oleh karena itu stress dapat memicu gangguan asupan oksigen.

Bagaimana penanganannya.
Dengan melakukan konsultasi dokter dan pemeriksaan CTG dan pemberian obat-obatan untuk melebarkan pembuluh darah, selain itu ibu hamil sebaiknya tidak terlalu banyak aktifitas karena akan menimbulkan kelelahan dan ketegangan
 

 

Aneka Mitos Seputar Kehamilan

Biasanya begitu kita hamil, muncullah aneka "nasehat" yang berbau anjuran dan larangan. Tidak boleh ini, harus itu, dan sebagainya. Padahal, seringkali itu cuma mitos belaka.

"Wah, bayimu pasti perempuan. Soalnya, sejak hamil kamu jadi senang berdandan. Dulu mbakyumu juga begitu. Pokoknya, tebakan Ibu nggak pernah meleset, deh!" kata seorang wanita baya tentang calon cucunya.


Ternyata tebakannya memang benar. Yang lahir seorang bayi wanita mungil dan cantik. "Tuh, benar, kan, kata Nenek. Kamu memang sudah kelihatan perempuan sejak dalam kandungan ibumu," tutur sang nenek bahagia sambil menggendong cucunya.


Benarkah bahwa ibu hamil yang senang bersolek pertanda ia bakal melahirkan bayi perempuan? Sementara ibu hamil yang cenderung malas dan emoh berdandan pasti akan melahirkan bayi lelaki?


Secara medis, tentu saja hal itu tak ada kaitannya. Karena yang menentukan bayi itu laki-laki atau perempuan adalah sperma ayah. Tapi, namanya juga mitos, sah-sah saja berlaku di tengah masyarakat. Yang jelas, mitos ini berkembang dari mulut ke mulut dan akhirnya cenderung dipercaya sebagai sebuah kebenaran.


Toh kita tak bisa percaya begitu saja. Setiap larangan atau anjuran, tetap harus ada alasannya. Apalagi zaman sekarang ini kita bisa mengkonsultasikan masalah kehamilan dengan dokter atau bidan. "Ibu muda tidak akan menemukannya di buku atau kamus," tutur dr. Judi Januadi Endjun, Sp.OG, dari RSPAD Gatot Subroto.


Nah, apa saja mitos-mitos yang biasa kita dengar dan bagaimana penjelasannya secara akal sehat dan juga medis?


BERKAITAN DENGAN PERILAKU


* Wanita hamil dan suaminya dilarang membunuh binatang. Sebab, jika itu dilakukan, bisa menimbulkan cacat pada janin sesuai dengan perbuatannya itu. Tentu saja tak demikian. Itu cuma takhayul saja. Tapi, yang perlu diingat, membunuh atau menganiaya binatang adalah perbuatan yang tak bisa dibenarkan.


* Dilarang menutup lubang-lubang, seperti lubang semut karena akan menyulitkan proses persalinan. Sulitnya persalinan tentu saja bukan ditentukan hal itu. Seperti kita tahu, proses persalinan tergantung pada 3P (power, passage, passanger). Proses persalinan bisa berjalan lancar jika ketiga komponen tersebut dalam kondisi baik. Ukuran bayi (passanger) tak terlalu besar agar bisa melalui jalan lahir (passage). Didukung oleh konstraksi (power) yang teratur dan efektif sehingga mampu membuka jalan lahir.


* Harus memakai tali/benang warna hitam melingkari perut di atas rahim agar bayi dalam kandungan tak naik lagi letaknya sehingga proses persalinan bisa berjalan lancar.Agar dipahami dengan jelas, letak bayi mengalami tahapan-tahapan. Kepalanya akan masuk ke rongga panggul menjelang dan pada saat proses persalinan.


* Ibu hamil disarankan memasang gunting kecil atau pisau kecil pada pakaian dalam agar janin terhindar dari marabahaya.Yang bahaya justru bila gunting atau pisau kecil itu menusuk kulit ibu. Betul, kan?


* Menyematkan kantung kecil bersisi paku atau bawang putih pada pakaian dalam agar terhindar dari gangguan kuntilanak.Wah, yang ini, jelas-jelas takhayul. Salah-salah paku tersebut dapat melukai ibu.


* Ibu hamil dilarang melilitkan handuk di leher agar anak yang dikandungnya tak terlilit tali pusat.Ini pun jelas mengada-ada karena tak ada kaitan antara handuk di leher dengan bayi yang berada di rahim.


Penjelasan secara medis, seperti diterangkan dr. Judi, hiperaktivitas gerakan bayi, diduga dapat menyebabkan lilitan tali pusat karena ibunya terlalu aktif. Jadi, tak heran bila ada anjuran agar ibu hamil sudah mengambil cuti sebulan menjelang persalinan. Diharapkan ibu tak terlalu lelah, agar hal-hal yang tak diharapkan tak terjadi menjelang persalinan. Dan bisa mempersiapkan segala keperluan untuk bayi dan ibu sendiri.


* Agar persalinan lancar, pada Upacara 7 Bulanan, calon ibu dan calon ayah diminta meloloskan ikan/belut melalui kain sarung yang dikenakan ibu. Jika ikan/belut keluar dengan lancar (tak menyangkut), pertanda persalinan bakal lancar. Tentu saja itu tak benar. Karena, seperti sudah disebutkan di atas, lancar-tidaknya sebuah proses persalinan tergantung pada berat janin, tenaga mengejan si ibu, dan jalan lahir. Jika semuanya saling mendukung, bisa ditebak pasti lancar.


* Jika mengendurkan semua tali yang ada di rumah, persalinan akan berjalan lancar. Yang ini juga tak masuk akal. Yang benar, jika ibu menggunakan pakaian longgar (tanpa tali-tali yang mengikat), ia akan merasa lebih nyaman. "Sehingga kenyamanan tersebut membuatnya bisa rileks menjalani kehamilan dan menyambut kelahiran," kata dr. Judi.


* Tabu jika sudah menyiapkan perlengkapan bayi sebelum bayi lahir. Ah, yang benar saja. Alangkah repotnya jika semua perlengkapan baru dibeli saat si kecil sudah lahir. Yang pasti, jangan terlalu boros dulu. Jadi, yang disiapkan hanya hal-hal yang benar-benar diperlukan dalam jumlah secukupnya.


* Jika ibu hamil senang bersolek maka bayinya yang bakal lahir, berjenis kelamin perempuan.Ini tak sepenuhnya benar. Memang, bawaan ibu hamil berbeda-beda. Ada yang lebih suka berdandan agar terkesan rapi. Ada yang malas bersolek karena perut gendutnya sudah cukup membuatnya repot dan kegerahan.


Yang jelas, laki-laki atau perempuan ditentukan oleh sperma ayah. Jika kromosom X dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur ibu, maka bayinya dipastikan perempuan. Tapi jika kromosom Y dari sperma ayah bertemu dengan kromosom X dari sel telur, maka bayinya laki-laki.


* Jika bentuk perut ibu selama hamil meruncing, ia akan melahirkan bayi lelaki. Sementara jika bundar, yang akan lahir bayi perempuan. Ah, yang ini sih cuma kata nenek saja. Pada kehamilan pertama, perut cenderung membulat di atas. "Karena otot-otot dinding perut masih kuat sehingga mampu menyangga rahim," papar dr. Judi. Sedang pada kehamilan berikutnya yang bertambah besar dan berat cenderung turun ke bawah. Ini disebabkan otot-otot dinding perut sudah mulai kendor dan tak terlalu baik menyangganya.


Bisa juga disebabkan posisi bayi. "Jika melintang, bisa dipastikan perut ibu melebar ke samping," kata dr. Judi. Begitu pun jumlah cairan ketuban. Jika jumlahnya banyak, perut pun kelihatan lebih besar.


* Saat hamil jangan mengangkat jemuran dan jangan melakukan gerakan mengangkat. Konon jika ini dilakukan, tali pusatnya akan membelit di leher bayi.Yang benar, mengangkat barang-barang berat tentu saja tak dianjurkan bagi ibu hamil. Dikhawatirkan jika ia terlalu lelah, akan mempengaruhi janin dalam perutnya.


* Ibu hamil tak boleh makan dengan piring yang besar agar anaknya tak besar. Tentu saja ini sangat menggelikan. Mungkin saja jika makan dengan piring besar membuat ibu lupa pada porsi makannya sehingga akhirnya ia makan berlebihan. Dan tentu saja ini tak baik, karena akan membuat bayi terlalu besar.


Cara makan yang baik bagi ibu hamil adalah sedikit-sedikit tapi sering serta mengandung makanan 4 sehat 5 sempurna.


* Tak boleh makan menggunakan sendok besar, agar bibir si bayi mungil.Ini juga tak masuk akal. Mungil atau tidaknya bibir, juga bentuk mata, alis, hidung, bentuk wajah, rambut, dan sebagainya, akan mengikuti ayah atau ibunya. Atau kombinasi keduanya. Bahkan, dapat saja wajah atau rambut bayi mengikuti kakek-neneknya. Yang jelas, Tuhan tak pernah membuat dua manusia yang mirip seratus persen.


BERKAITAN DENGAN MAKANAN / MINUMAN


* Wanita hamil dianjurkan minum minyak kelapa (satu sendok makan per hari) menjelang kelahiran. Maksudnya agar proses persalinan berjalan lancar.Lo, kok, minum minyak? Minyak itu, kan, digunakan untuk menggoreng. Entah itu tempe atau kerupuk. Jangan percaya ah! Semua unsur makanan akan dipecah dalam usus halus menjadi asam amino, glukosa, asam lemak, dan lain-lain agar mudah diserap oleh usus.


* Jangan minum air es agar bayinya tak besar. Sebenarnya, yang menyebabkan bayi besar adalah makanan yang bergizi baik dan faktor keturunan. Minum es tak dilarang, asal tak berlebihan. Karena jika terlalu banyak, ulu hati akan terasa sesak dan ini tentu membuat ibu hamil merasa tak nyaman. Lagipula segala sesuatu yang berlebihan akan selalu berdampak tak baik. Begitu, bukan?


* Jangan makan ikan mentah agar bayinya tak bau amis. Bayi yang baru saja dilahirkan dan belum dibersihkan memang sedikit berbau amis darah. Tapi ini bukan lantaran ikan yang dikonsumsi ibu hamil, melainkan karena aroma (bau) cairan ketuban. Yang terbaik, tentu saja makan ikan matang. Karena kebersihannya jelas terjaga ketimbang ikan mentah.


* Jangan makan buah stroberi, karena mengakibatkan bercak-bercak pada kulit bayi.Ini jelas omong kosong. Tak ada kaitan bercak pada kulit bayi dengan buah stroberi. Yang perlu diingat, jangan makan stroberi terlalu banyak, karena bisa sakit perut. Mungkin memang bayi mengalami infeksi saat di dalam rahim atau di jalan lahir, sehingga timbul bercak-bercak pada kulitnya



TANDA-TANDA SI KECIL LAHIR KE DUNIA

Ada yang masih panik, bingung dan takut gara-gara sebentar lagi mo melahirkan ?
Mudah-mudahan artikel dibawah ini bisa cukup menenangkan.
Kalo saya ditanya apakah melahirkan itu sakit. Jawaban saya , melahirkan itu nikmat sekali .. sungguh ini nikmat dalam arti kata sebenarnya. Karena dulu waktu lagi hamil, artikel tentang kehamilan dan cara-cara melahirkan udah dibaca semua. Jadi agak-agak tenang. Alhamdulillah semua bisa berjalan dengan baik. Masuk rumah sakit jam 6.30 AM pas jam 7.45 AM , Farhan lahir.  Alhamdulillah.
Malah saya agak kurang nyaman setelah melahirkan, sakit dan susah duduk mana sibuk ama stagen dan korset .. he...he...he...

            TANDA-TANDA SI KECIL LAHIR KE DUNIA
             Persalinan pertama selalu membuat panik sebagian besar kaum wanita. Kenali tanda-tanda kelahiran sebelum dimulai proses sesungguhnya. Hal itu akan mempermudah calon ibu menjalaninya. Jangan lupa, kekuatan mental berpengaruh cukup besar.


            Kehadiran seorang bayi bagi pasangan muda merupakan hal yang amat membahagiakan. Apalagi bagi wanita. Setelah mengandung selama sembilan bulan, ia berharap proses kelahiran bayinya bisa berjalan lancar. Sayangnya harapan itu kadang tak sesuai kenyataan. Tapi Anda tak perlu khawatir. Percayalah, hanya sedikit kehamilan yang persis sama dengan buku-buku teori.


            Kelahiran bayi dibagi (dengan sendirinya oleh alam dan secara resmi oleh ilmu pengetahuan) dalam beberapa tahap. Tahap pertama, proses persiapan persalinan dengan fase awal, aktif, dan transisi. Dalam tahap ini terjadi pembukaan (dilatasi) mulut rahim sampai penuh. Selanjutnya, tahap kelahiran sampai bayi keluar dengan selamat. Tahap ketiga, pengeluaran plasenta. Tahap berikut, pasca lahir, yakni observasi terhadap ibu selama satu jam usai plasenta keluar.


            KONTRAKSI


            Ini biasanya fase paling lama. Untungnya tingkat nyerinya masih sangat rendah atau belum terlalu terasa. Pembukaan leher rahim (dilatasi) sampai 3 cm, juga disertai penipisan (effasi). Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa hari, bahkan beberapa minggu, tanpa kontraksi berarti (kurang dari satu menit). Tapi pada sebagian orang mungkin saja terjadi hanya 2-6 jam (atau juga sepanjang 24 jam) dengan kontraksi lebih jelas.


            "Perubahan lain ditandai turunnya kepala janin ke rongga panggul," kata dr. Nasdaldy, DSOG dari RSIA Hermina, Jakarta. Penurunan dapat terjadi beberapa kali, beberapa minggu menjelang kelahiran. Atau hanya terjadi sekali saja saat menjelang persalinan sesungguhnya.


            Reaksi pada ibu pun macam-macam. Ada yang merasakan mulas, nyeri di bagian punggung atau pinggang. Bisa juga sudah mengeluarkan lendir bercampur bercak darah dari vagina. "Tapi pengeluaran bercak tak selalu lengket di celana. Kadang hanya tertahan di bagian dalam saja," ujar dr. Nasdaldy.


            Jika kontraksi masih jarang, calon ibu tak perlu segera ke rumah sakit. Kegiatan rutin sehari-hari masih bisa dilakukan sepanjang masih bisa merasakan kontraksi tak bertambah kencang. Jika kemudian kontraksi bertambah kencang dan makin teratur, segera ke rumah sakit. Tentu dengan perlengkapan yang sudah disiapkan sebelumnya, seperti kain panjang, baju ganti, makanan kecil, buku bacaan, dan sebagainya.


            Satu hal yang patut diingat, perkiraan persalinan yang disebutkan dokter, tak selamanya benar. Bisa saja maju atau mundur dua minggu dari jadwal yang telah diperkirakan dokter.


            LEHER RAHIM MAKIN TERBUKA LEBAR


            Umumnya fase ini lebih pendek dari fase sebelumnya, berlangsung sekitar 2-3 jam. Kontraksi kuat terjadi sekitar 1 menit, polanya lebih teratur dengan jarak 4-5 menit. Leher rahim membuka sampai 7 cm. Jika sudah mencapai keadaan ini, sebaiknya calon ibu sudah berada di rumah sakit. Paling tidak, prosedur pendaftaran sudah harus dilakukan. Lebih baik malah urusan pendaftaran dan pesan kamar sudah dilakukan saat kehamilan memasuki usia 7 bulan. Soalnya, kerap kali rumah sakit (terutama yang beken), kehabisan kamar.


            Serangkaian pemeriksaan rutin akan dilakukan menjelang kelahiran. Mengenakan baju yang disediakan pihak rumah sakit sudah menjadi kebiasaan di banyak rumah sakit, terutama di kota-kota besar. Perawat akan meminta contoh air kemih, memeriksa denyut nadi, tekanan darah, pernafasan, dan suhu tubuh. Juga akan memeriksa adanya cairan ketuban, perdarahan atau pengeluaran lendir dari vagina.


            Kondisi janin pun akan dipantau. Misalnya dengan mendengarkan denyut jantung bayi melalui stetoskop. Di beberapa rumah sakit yang lebih modern, digunakan alat pantau janin. Sedangkan bagaimana posisi janin, merupakan pemeriksaan berikutnya yang akan dilalui calon ibu.


            Pemeriksaan dalam bagi calon ibu akan dilakukan secara rutin. Gunanya untuk memantau perkembangan pembukaan leher rahim, sehingga bisa segera dilakukan tindakan tepat jika tak terjadi kemajuan. "Umumnya dokter akan menunggu pembukaan ini secara alamiah. Kecuali jika memang terjadi kelainan pada rahim yang diketahui sebelumnya semisal adanya kista atau mioma," terang dr. Nasdaldy, yang mengambil spesialisasi masalah kanker rahim. Kondisi tersebut memang akan mempengaruhi kontraksi pada rahim sehingga tak mendorong leher rahim untuk membuka. Akibatnya jalan rahim tetap menutup padahal ibu sudah merasakan mulas cukup lama.

            Secara umum dan normal, pembukaan leher rahim akan terus meningkat berbarengan dengan kontraksi yang makin kuat. Terjadi 2-3 menit sekali selama 1,5 menit dengan puncak kontraksi sangat kuat, sehingga ibu merasa seolah-olah kontraksi terjadi terus-menerus tanpa ada jeda.


            Pembukaan leher rahim dari 3 cm sampai 10 cm terjadi sangat singkat, sekitar 15 menit sampai 1 jam. Saat ini calon ibu akan merasakan tekanan sangat kuat di bagian bawah punggung. Begitu pula tekanan pada anus disertai dorongan untuk mengejan. Ibu pun akan merasa panas dan berkeringat dingin.


            Pengeluaran lendir dan darah makin bertambah karena makin banyak pembuluh kapiler yang pecah. Mungkin juga terjadi kejang kaki. Kadang mengantuk di antara waktu kontraksi karena oksigen dipindahkan dari otak ke daerah persalinan, sehingga seolah ibu sudah kehabisan tenaga sebelum 'pertarungan' benar-benar terjadi.


            Secara emosional, calon ibu mengalami perasaan tak berdaya dan pasrah. Bingung, gelisah, dan sulit memusatkan perhatian, apalagi istirahat. Tak jarang pula ia frustrasi karena belum ada instruksi untuk mengejan, sementara dorongan ke arah sana sudah muncul. Dokter memang akan melarang ibu mengejan sebelum pembukaan sempurna betul agar tak terjadi kesulitan saat pengeluaran bayi.


            DORONG SEIRAMA INSTRUKSI DOKTER


            Proses persalinan, seperti dipaparkan dr. Nasdaldy, mengandung 3 komponen. Pertama, passanger yaitu bayi itu sendiri. Kedua, passage, yaitu jalan lahir. Ketiga power, yaitu kontraksi atau yang disebut his.


            "Agar proses persalinan berjalan lancar, ketiga komponen itu harus dalam kondisi baik," kata dr. Nasdaldy. Bayi tak terlalu besar ukurannya agar bisa melalui jalan lahir dan powernya pun harus teratur serta efektif hingga mampu membuka jalan lahir sampai penuh dan sempurna.


            Dengan begitu, partisipasi aktif ibu dalam proses kelahiran tak kalah penting. Dorongan kuat dari ibu akan membantu bayi keluar melalui jalan lahir dengan baik. Proses mendorong bayi keluar biasanya sangat singkat, 10 menit. Tapi ada kalanya perlu waktu antara setengah sampai satu jam. Bahkan, jika terjadi berbagai komplikasi, bisa mencapai 3 jam.


            Mengejanlah sekuat mungkin tapi tetap seirama dengan instruksi dokter. Makin efisien dorongan dari ibu, makin memudahkan bayi keluar. Dorongan yang panik dan tak teratur hanya akan menghamburkan tenaga dan hanya sedikit kemajuan yang dicapai.


            Tarik beberapa kali nafas dalam, sementara kontraksi terjadi. Tarik nafas sekali lagi dan tahan. Saat kontraksi mencapai puncaknya, doronglah (mengejan) sekuat mungkin. Lebih baik mengikuti irama dorongan dengan baik ketimbang menahan nafas terlalu lama, karena akan menambah risiko pecahnya pembuluh darah di mata dan wajah Anda. Selain itu, menambah risiko berkurangnya suplai oksigen ke janin. Saat mengejan, lemaskan seluruh tubuh. Ketegangan akan melawan usaha mengejan.


            Posisi calon ibu saat melahirkan turut membantu lancarnya persalinan. Posisi setengah duduk atau setengah jongkok mungkin posisi terbaik karena posisi ini memanfaatkan gaya berat dan menambah daya dorong ibu.


            PENGELUARAN PLASENTA


            Rasa lelah ibu adalah hal yang tersisa ketika bayi sudah keluar, tapi tugas belum berakhir. Plasenta yang selama ini menunjang bayi untuk hidup dalam rahim harus dikeluarkan.


            Mungkin ibu tak akan merasakannya lagi. "Tapi kontraksi masih akan tetap ada, kendati tak sekuat sebelumnya," kata dr. Nasdaldy. Masing-masing berlangsung sekitar satu menit. Mengerutnya rahim akan memisahkan plasenta dari dinding rahim dan menggerakkannya turun ke bagian bawah rahim atau ke vagina. Ibu hanya tinggal mendorongnya seperti halnya mengejan saat mengeluarkan bayi. Hanya saja tenaga yang dikeluarkan tak sehebat proses pengeluaran bayi.


            Bila plasenta telah keluar, dokter akan segera menjahit robekan atau episiotomi. Bersabarlah untuk beberapa saat. Usai itu ibu bisa menggendong bayi dan menyusuinya.


            BERBAGAI KOMPLIKASI


            Umumnya dokter akan membiarkan bayi keluar dengan normal selama tak ada indikasi kelainan dari ibu maupun bayi. Tapi, cukup banyak kejadian di mana seorang calon ibu harus merasakan mulas selama berjam-jam tanpa ada kemajuan berarti.


            Kemajuan proses persalinan diukur melalui adanya pembukaan leher rahim dan turunnya janin ke rongga panggul. Proses persalinan normal akan didukung oleh tiga unsur utama: kontraksi rahim yang kuat yang secara efektif membuka leher rahim, bayi dapat melewati jalan lahir, dan panggul yang cukup luas untuk memudahkan keluarnya janin. Bila salah satu unsur tadi tak ada maka memungkinkan untuk terjadi kelahiran yang tak normal.Berikut sejumlah komplikasi yang mungkin saja terjadi:


            1.Fase Laten Terlalu Lama


            Ini terjadi bila tak ada kemajuan pada pembukaan leher rahim yang terjadi setelah 20 jam pada kelahiran pertama, dan 14 jam pada ibu yang pernah melahirkan. Penyebabnya, bisa karena terlalu banyak obat sebelum persalinan dimulai. Kadang, penyebabnya bisa psikologis. Seorang ibu yang panik mengakibatkan dilepaskannya bahan kimia pada sistem saraf yang menghambat kontraksi rahim.


            Umumnya dokter memberikan rangsangan lewat suntikan atau infus. Dokter pun akan mempertimbangkan kemungkinan adanya ketidaksesuaian ukuran kepala janin dengan rongga panggul ibu (disproporsi caphalopelvic). Dokter akan mengambil langkah pembedahan caesar setelah melewati waktu 24 jam.


            2.Disfungsi Primer


            Bila fase aktif berjalan sangat lamban, pembukaan per jam kurang dari 1-1,2 cm untuk ibu dengan kelahiran pertama dan 1,5 cm untuk ibu yang pernah melahirkan. Kerja rahim pada proses ini bisa dipercepat dengan cara calon ibu berjalan-jalan dan tetap mengosongkan kantong kemih. Maksudnya agar tak menghambat turunnya janin ke rongga panggul.


            3.Berhentinya Pembukaan Sekunder B


            Dalam fase aktif tak ada kemajuan pembukaan selama dua jam atau lebih. Ibu dapat membantu proses dengan aksi gaya berat, yaitu duduk tegak, jongkok, berdiri, atau berjalan. Jika diketahui penyebabnya disproporsi cephalovic, dokter akan melakukan bedah caesar.


            4.Turunnya Janin Secara Tak Normal


            Bila bayi bergerak menuruni jalan lahir dengan kecepatan kurang dari 1 cm pada kelahiran pertama, dan 2 cm pada kelahiran berikutnya. Biasanya dokter akan menggunakan cunam atau forcep (alat bantu persalinan). Tapi ini sangat jarang dilakukan. Kebanyakan dokter akan memberikan suntikan rangsangan.


            5.Tahap Kelahiran Bayi Yang Terlalu Lama


            Yaitu tahap pengeluaran bayi lebih dari dua jam untuk kelahiran pertama. Jika kondisi ibu dan bayi masih dalam keadaan baik, dokter akan tetap menunggu dengan persalinan normal. Tapi jika ada kondisi yang mengarah pada harus segera dilahirkan, dokter akan melakukan bedah caesar.

 Tanda-Tanda Persalinan Palsu


            Beberapa tanda persalinan palsu adalah:
            * Kontraksi berlangsung sementara. Terjadi dengan jarak waktu tak teratur dan lama. Juga tak bertambah kuat dan cepat.
            * Nyeri pada perut bagian bawah.
            * Banyak berjalan, kontraksi malah menghilang.
            * Kontraksi terhenti dengan memberi rasa nyaman, misalnya usapan.
            * Rasa sakit menghilang jika mengubah sikap tubuh.


            Riesnawiati
          
    

            Faktor-Faktor Resiko Nyeri


                  Nyeri Meningkat Karena Nyeri Berkurang Karena
                  Sendirian Ditemani dan didukung oleh suami atau orang-orang terdekat. Juga oleh paramedis yang berpengalaman.
                  Keletihan Cukup istirahat dan rileks diantara waktu kontraksi.
                  Haus dan lapar saat persalinan dini Telah makan makanan kecil atau terus menghisap serpihan es/air, jika diperbolehkan.
                  Berpikir tentang nyeri

                    Mengalihkan perhatian pada hal lain . Berpikir tentang seberapa jauh kemajuan yang sudah dicapai ketimbang merasakan nyeri.
                
                  Stress Menggunakan teknik relaksasi di antara waktu kontraksi. 
                  Takut akan hal-hal yang tidak diketahui

                    Jauh sebelumnya belajarlah tentang kelahiran, menghadapi kontraksi satu per satu dan tidak cemas pada apa yang akan terjadi.
                
                  Mengasihani diri sendiri Berpikir tentang betapa beruntungnya karena akan memiliki seorang bayi


 




This Website Built and Hosted for Free at Bravenet.com

Web Hosting · Blog · Guestbooks · Message Forums · Mailing Lists
Allwebco Web Templates · Build your own toolbar · Free Talking Character · Audio, Fonts, Clipart
powered by a free webtools company bravenet.com