Waspadai, Aksi Penipuan di Mal-Mal di Depok
Penipuan berkedok hadiah kembali marak di mal-mal di Depok. Beragam modus mereka lakukan. Salah satu modusnya seperti yang diceritakan oleh salah seorang warga Depok di bawah ini (Modus utama mereka dahulu adalah mengirimkan surat ke rumah kita yang isinya 'Selamat , anda dapat hadiah', lalu kita disuruh datang ke stand mereka di mal, Sekarang modusnya sudah beragam dan agak berubah. Mereka 'agresif' mendatangi setiap pengunjung di mal-mal tempat mereka beraksi).

Berikut penuturan 'calon korban' mereka di milis BA-depok :
Hati-hati, sekarang mereka pakai modus baru. Nggak pake kirim-kirim surat ke rumah lagi. Ceritanya pas saya baru keluar dari hypermart hari sabtu bebeapa waktu lalu, pas baru keluar dari kasir (di lobby basement) ada stand sebuah produk (ini jualannya pembersih air, dan lain-lain, mirip kayak barang jualan yangg suka kirim-kirim surat kita dapat hadiah itu). Keluar baru jalan sebentar tiba-tiba salesnya deketin saya. "Pak ini ada pembersih gratis, bisa dipake buat bersihin komputer, kaca, dan lain-lain. Ini gratis pak. Bapak pegang aja."
Mulanya saya cuekin aja (Tapi hadiahnya itu tetep saya ambil, sambil terus jalan, hehhehe ). Pas botol hadiah itu saya ambil dia bilang, "Sini sebentar dulu pak, kita mau data nama bapak,"
Ya sudah, karena saat itu isteri juga lagi ngambil barang di penitipan, akhirnya saya ikut ke standnya, tapi gak duduk, karena sambil nungguin anak-anak yang pada nangkring di trolley.
"Sebentar aja pak.., isi data dulu, " kata mereka. Lalu saya disodorin form list yang kolomnya ada nama, alamat, nomer HP, dan ain-lain
Habis itu, dia bilang mo kasih undian berhadiah langsung. Saya disodorin lima kertas undian dan disuruh ambil satu (saya udah mulain baca gelagat gak beres, inget waktu dulu pernah dikasih undangan ke mal cinere, dan modusnya kayak gini, ujung-ujungnya disuruh beli barang).
Saya ambillah satu undian. Tadinya mo saya tinggal karena isteri udah nunggu. Tapi mereka bilang harus dibuka di situ. Akhirnya saya robeklah undian itu, dan di dalamnya ada tulisan "Selamat Anda mendapatkan hadiah langsung......." (banyak banget hadiahnya).
"Wah selamat pak..., bapak dapet hadiah. Jarang2-jarang loh pak ada yang beruntung kayak bapak," kata si sales. Teman-temannya juga pada ngerubutin ndan bilang kalo saya sangat beruntung bisa dapat hadiah. Hadiahnya apa?. Ditarolah di meja situ bentuk hadiahnya. Kayaknya sih ya alat pembersih (filter) air. Terus si sales kasih lihat ke saya kertas undian yg lainnya yang tadi disodorin ke saya itu. Tulisannya : "Anda belum beruntung" semua. (hebat ya..?. Pake sulap kali).
Terus si Sales (seperti biasa, modus lama) pura-pura nelpon ke siapa saya nggak tahu, sementara sales satunya lagi nanya macam-macam ke saya. Lalu si sales yang nelpon balik ke saya dan bilang "Pak, bos saya nggak percaya bapak dapet hadiah langsung itu.., dia mo bicara langsung ama bapak di telepon.".
Walah..., modusnya koq sama persis ama yg di mal cinere dulu. Basi banget.
Udah deh.., saya langsung bilang aja, "gak usah lah mas, saya lagi buru-buru nih udah janjian ama temen. Itu isteri saya juga udah nunggu,"
Abis itu, cabut.
Lumayan dapat botol pembersih, walaupun sampai sekarang belum saya buka isinya apaan.
Hari ini (12/7) juga ada berita terbaru tentang modus penipuan ini yang dilansir oleh Poskota. Salah seorang warga Depok, Ny. Yani, kehilangan uang Rp 4 juta 'ditukar' dengan barang-barang yang semestinya tidak ingin ia beli.
Kutipan beritanya sebagai berikut :
Pengunjung di ITC depok di jalan margonda raya resah dengan maraknya aksi penipuan berkedok undian berhadiah yang dilakukan oleh beberapa orang berseragam layaknya sales yang berseiweran di pusat perbelanjaant ersebut.
Ny. Yani, 35, warga jl nangka Beji menjadi korban aksi penipuan itu. Tanpa disadari uang miliknya sebesar Rp 4 juta, amblas terkuras hanya untuk membeli barang2-barang elektronik yang sebenarnya tidak ia perlukan. "Saya membeli semua barang itu tanpa saya sadari. Saya dihampiri ileh salah satu dari mereka yang mengatakan saya baru saja memenangkan undian." tuturnya, selasa (11/7) siang.
Dalam aksinya, pelaku menyebutkan hadiah yang sebenarnya tidak pernah ada itu dan bisa dibawa pulang asalkan Ny. Yani membeli sejumlah barang elektronik yang dijual di stand yang dijaga oleh oknum sales tersebut. " Saya seperti dihipnotis. Makanya penawaran itu langsung saya turuti," ujar Ny. Yani yang mengaku sampai diantar pelaku ke ATM untuk mengambil uang Rp 4 juta demi membeli barang-barang tersebut.
Korban baru menyadari tertipu begitu tiba di rumah. Ia terpana memandang barang elektronik berupa microwave, filter air minera, serta pemijat elektrik. " Saya nggak tahu kenapa saya barang-barang ini saya beli," kata Ny yani, yang berniat melaporkan peristiwanya itu ke Polres Depok
| Pangandaran Menangis,,,,,,, |
| Salurkan Bantuan Anda melalui DomSos BA-depok |
| Rekening BCA Nomor 4580102617 a/n Anna Dwiyana |
:: Media online ini diterbitkan oleh BA-depok cyber community ::








bravenet.com