Info Batita 
Bayi menyusui ASI lebih cerdas
Penulis : Sumber: http://aneke.free.fr/menu_anak/index.html
Tahukah anda…?
Bayi menyusui,... lebih cerdas daripada bayi yang tidak disusui oleh Ibunya ?
Setelah mengadakan observasi terhadap 345 anak antara 1 - 5 tahun, para ilmuwan denmark dan norwegia memberikan laporan bahwa anak anak yang diberi ASI selama 6 bulan keatas menunjukkan ciri ciri intelektual (IQ) yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang disusui selama kurang dari 3 bulan saja. Penelitian juga dikelompokkan dari usia ibu, dan IQ masing masing ibu. Menurut ketua tim peneliti, hubungan psikologis yang terbentuk antara ibu dan anaknya pada saat menyusui sangat mungkin menjadi faktor yang penting dalam perkembangan IQ. Selain itu tentu saja juga kekayaan nutrisi dalam air susu ibu yang menjadi pendukung utama dalam perkembangan anak.
Karena itu disarankan bagi para ibu untuk memberi air susu ibu secara penuh selama 6 bulan (atau lebih) dan juga untuk tetap memberikan ASI dengan makanan tambahan lainnya setelah 6 bulan.
statistik dari The Archives of Disease in Childhood, september 2001 (Ann)
Penulis : http://www.idai.com/tips.html
Beberapa "TIPS" untuk bayi anda :
1. ASI makanan terbaik untuk bayi sampai berumur 4-6 bulan. ASI adalah makanan alamiah. Prinsip umum adalah aman memberikan sesuatu yang alamiah kecuali Anda betul-betul pasti mengetahui cara yang lebih baik.
2. Perlukah bayi Anda diberikan air putih? Sebetulnya tidak terlalu penting, karena telah ada air di dalam ASI atau susu formula yang diberikan. Bila memberikan air putih pastikan air tersebut dimasak dengan baik.
3. Pemakaian Pampers saat ini dikaitkan dengan meningkatnya risiko terjadinya infeksi saluran kemih.
4. Bayi yang mendapat ASI mulanya akan mengalami beberapa kali buang air besar sehari. Pada usia yang lebih besar, bayi yang mendapat ASI masih normal mengalami buang air besar selang sehari sepanjang kotoran yang keluar tetap lunak dan bayi tidak kesakitan mengeluarkannya.
5. Bayi yang mengisap jari/jempol dihubungkan dengan kurang puasnya bayi menetek.
6. Tumbuhnya gigi pada bayi bervariasi. Ada yang tumbuh pada umur 3 bulan, ada pula bayi yang belum tumbuh gigi sampai 1 tahun. Keduanya sehat dan normal. Rata-rata bayi mendapatkan gigi pertama pada umur 7 bulan. Orang tua sering menghubungkan tumbuhnya gigi dengan flu, diare, demam. Padahal keadaan ini disebabkan bakteri/virus. Tetapi mungkin keadaan tumbuh gigi tersebut menurunkan daya tahan badan sehingga memudahkan terjadinya infeksi. Jika bayi Anda mengalami demam sampai 38o C pada saat tumbuh gigi, bawalah ke dokter untuk diperiksa.
7. Kesiapan anak untuk diajarkan buang air besar di toilet tergantung umur dan kesiapan anak. Umumnya bayi akan secara berangsur-angsur dapat mengontrol buang air besar dan buang air kecilnya dengan bertambahnya umur. Ibu yang bijaksana akan memperhatikan anaknya menunggu saat yang tepat ia siap dan memberikan dukungan positif pada anaknya untuk belajar ke belakang.
8. Menggigit kuku adalah tanda ketegangan. Hal ini lebih sering terjadi pada anak dengan ketegangan tinggi dan pada anak yang pencemas. Mereka mulai menggigit kalau mereka merasakan ketegangan. Misalnya ketika menunggu panggilan untuk ke sekolah, ketika menonton film yang menakutkan.Memarahi apalagi menghukum anak yang menggigit kuku tidak akan menyetop kebiasaan tersebut, karena mereka biasanya jarang menyadari tindakan tersebut. Marah dan hukuman bahkan menambah ketegangan mereka. Memberikan sesuatu yang pahit di kuku jarang menolong. Jalan keluar yang baik adalah mencoba mencari tahu penyebab ketegangan mereka dan berusaha menguranginya.
9. Bayi menjatuhkan dan membuang sesuatu. Sekitar umur 1 tahun bayi belajar menjatuhkan sesuatu (mainan, makanan dll) mereka menangis bila tidak mendapatkannya kembali. Bila Anda meladeninya mengembalikan barang tersebut, ia akan menjatuhkannya kembali. Ia berpikir hal itu adalah permainan yang menarik. Penyelesaiannya : bawa ia duduk di lantai kalau ia berprilaku demikian sehingga ia bebas bermain. Bila ia mulai membuang makanannya, jauhkan makanan tersebut dan ajak ia bermain. Tunggu sampai nafsu makan anak timbul baru beri ia makan kembali. Memarahi anak yang membuang sesuatu tidak akan meyelesaikan masalah.
10. Kapan sebaiknya menghubungi (menelpon) dokter Anda ? Pegangan umum yang dapat dipakai adalah bila bayi/anak Anda terlihat lain dan berperilaku tidak seperti biasanya. Maksudnya adalah seperti pucat yang tidak biasa, rewel yang tidak biasa, tidur terus-menerus, tampak mengantuk yang tidak biasa, dan lain-lain
Penulis : Tabloid Nakita Edisi 222
Ragam Stimulasi
Penglihatan
Ia sudah mengenal orang atau benda disekelilingnya dan segera menangis begitu sosok terdekatnya terlihat pergi atau meninggalkannya. Ia sudah bisa membedakan mana ibu, bapak, pengasuh, maupun orang lain yang kurang dikenalnya.
Stimulasi
-Secara bertahap kenalkan anak pada banyak indivisu yang diupakan makin meluas
-Kondisikan situasi yang memungkinkan anak mendapat banyak pengalaman yang akan selalu diingatnya, karena kemampuan otaknya akan semakin terangsang yang akan mempengaruhi tingkat kecerdasannya.
-Kenalkan berbagai bentuk dasar seperti segitiga, kotak, bulat, serta warna-warna kontras
Pendengaran
Di usia 6 bulanan, bayi sudah bisa mengenali suara tertentu maupun suara orang disekelilingnya.
Stimulasi
-Perdengarkan suaradari berbagai arah
-kenalkan aneka bunyi2an dari yang lembut hingga yang keras
Pengenalan Rasa
Stimulasi
Untuk rasa manis berikan madu, jeruk untuk rasa asam & biscuit untuk rasa asin. Berikan pada anak untuk mengenalkan rasa sambil menyebutkan benda yang mewakilinya, “ini madu, manis kan?
Mengasah Perabaan
Stimulasi
- Ajak anak berjalan diatas permukaan, seperti pasir, rumput basah, tanah.
- Kenalkan tekstur kasar & lembut pada permukaan handuk dan katun yang menyentuh kulit tubuhnya.
Kemampuan Motorik Kasar
Bayi bisa mengerjaan aktivitas berulang, seperti tepuk tangan. Setelah 6 bulan, tingkah laku & aktivitasnya sudah bertujuan tidak lagi asal bergerak.
Stimulasi
-Biarkan ia bebas bereksplorasi dengan merangkak, berdiri, & berjalan
Imunisasi direkomendasikan untuk melindungi anak anda dari beberapa penyakit infeksi tertentu. Untuk sebagian besar anak, imunisasi hanya menimbulkan sedikit resiko.
Vaksin hepatitis B : sebuah seri vaksinasi yang terdiri dari 3 kali penyuntukan untuk melindungi anak dari virus hepatitis B.
Vaksin DPT : sebuah seri vaksinasi yang terdiri dari 3 kali penyuntikan yang memberi kekebalan terhadap penyakit difteri, pertussis dan tetanus. Booster pertama biasanya diberikan pada umur sekitar 18 bulan dan yang selanjutnya diberikan pada usia sekitar 4-5 tahun.
Vaksin polio oral : Sebuah seri vaksinasi yang terdiri dari 3 dosis siru untuk melindungi anak dari penyakit polio.
Vaksin BCG : vaksinasi berupa penyuntikan tunggal untuk memberi kekebalan terhadap penyakit tuberculosis.
Vaksin Hib konjugasi (bersifat opsional) : sebuah seri vaksinasi yang terdiri dari 3 kali penyuntikan untuk melindungi anak dari infeksi Haemophilus influenzae tipe B.
Beberapa vaksin perlu diulang pemberiannya ketika anak semakin besar. Beberapa vaksin lainnya tidak diberikan sampai sistem kekebalan anak sudah mulai berkembang, misalnya vaksin MMR (measles, mumps, rubella).
Setelah vaksinasi, anak mungkin akan sedikit demam atau agak rewel. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalannya sedang bereaksi terhadap vaksin dan sedang memproduksi antibody yang akan memberinya perlindungan terhadap penyakit tersebut.
Vaksinasi untuk anak diberikan gratis di Klinik Ibu dan Anak Milik Pemerintah, kecuali untuk vaksinasi Hepatitis B dan Hib
Penulis : Dr. Seto Mulyadi, Psi, Msi (Seminar
Peran Orang Tua
Pada dasarnya anak-anak sebagai generasi unggul tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Mereka memerlukan lingkungan subur yang sengaja diciptakan untuk itu, yang memungkinkan potensi mereka tumbuh dengan optimal.
Orang tua memegang peranan penting menciptakan lingkungan tersebut guna memotivasi anak agar dapat lebih siap dalam menghadapi berbagai tantangan di era globalisasi.
Ini semua dapat dimulai sejak masa bayi. Suasana yang penuh kasih sayang, mau menerima anak apa adanya, menghargai potensi anak, memberi rangsang-rangsang yang kaya untuk segala aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik, semua merupakan jawaban nyata bagi tumbuhnya generasi unggul dimasa datang.
Memahami anak
Keberhasilan suatu pendidikan sering dikaitkan dengan kemampuan para orang tua dalam hal memahami anak sebagai individu yang unik, dimana setiap anak dilihat sebagai individu yang memiliki potensi-potensi yang berbeda satusama lain namun saling melengkapi dan berharga.
Selain memahami bahwa anak merupakan individu yan unik, ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan upaya memahami anak, yaitu bahwa anak adalah :
v Bukan orang dewasa
Anak adalah tetap anak-anak, bukan orang dewasa ukuran mini. Mereka juga memiliki dunia sendiri yang khas dan harus dilihat dengan kacamata anak-anak. Untuk itu dalam menghadapi mereka dibutuhkan adanya kesabaran, pengertian serta toleransi yang mendalam.
v Dunia Bermain
Dunia mereka adalah dunia bermain, yaitu dunia yang penuh semangat apabila terkait dengan penuh suasana yang menyenangkan.
v Berkembang
Anak selain tumbuh secara fisik, juga berkembang secara psikologis. Ada fase-fase perkembangan yang dilaluinya dan anak menampilkan berbagai perilaku sesuai dengan ciri-ciri masing-masing fase perkembangan tersebut.
v Senang Meniru
Anak-anak pada dasarnya senang meniru, karena salah satu proses pembentukan tingkah laku mereka adalah diperoleh dengan cara meniru. Orang tua dan guru dituntut untuk bisa memberikan contoh-contoh keteladanan yang nyata akan hal-hal yang baik, termasuk perilaku bersemangat dalam mempelajari hal-hal baru.
v Kreatif
Anak-anak pada dasarnya adalah kreatif. Mereka memiliki ciri-ciri yang oleh para ahli sering digolongkan sebagai ciri-ciri individu yang kreatif, misalnya rasa ingin tahu yang besar, senang bertanya imajinasi tinggi, dan sebagainya. Namun begitu anak masuk sekolah, kreativitas anak pun semakin menurun. Hal ini sering disebabkan karena pengajaran di TK atau SD terlalu menekankan pada cara berfikir konvergen, sementara cara berfikir secara divergen kurang dirangsang. Orang tua dan guru perlu memahami kreativitas yang ada pada diri anak-anak dengan bersikap luwes dan kreatif pula, hendaknya tidak selalu memaksakan kehendaknya terhadap anak-anak namun secara rendah hati mau menerima gagasan-gagasan anak yang mungkin tampak aneh dan tak lazim. Anak-anak yang dihargai cenderung terhindar dari berbagai masalah psikologis serta akan tumbuh dan berkembang lebih optimal.
Mengembangkan kecerdasan dan kreativitas
Menyadari akan arti pentingnya orang tua bagi pengembangan kecerdasan dan kreativitas anak, maka sangat dianjurkan kepada setiap orang tua untuk meluangkan waktu secara teratur bagi putra-putrinya.
Untuk mengembangkan kemampuan bahasa misalnya, biasakan agar orang tua rajin menjalin percakapan dengan si kecil. Ajaklah berdialog dan berilah kesempatan kepada anak untuk mengemukakan pendapatnya, sedangkan untuk mengembangkan kemampuan dasar matematika anak dapat diperkenalkan konsep matematika secara sederhana, misalnya menghitung jumlah anak tangga. Sementara untuk memuaskan kebutuhan ilmiahnya, anak bisa diajak menjelajahi dunianya dengan cara melakukan eksperimen, misalnya mengamati tumbuhnya kecambah, proses telur yang menetas dan sebagainya.
Kaitkan semua kegiatan diatas sebagai suatu aktivitas yang menyenangkan dan selalu ditunggu oleh anak. Ini adalah hal-hal yang merangsang pengembangan kecerdasan anak. Banyak dijumpai anak-anak yang memiliki kecerdasan dan kreativitas luar biasa adalah anak-anak yang memiliki hubungan emosional yang dekat dengan orang tuanya. Orang tua John Irving misalnya, menghabiskan waktu berjam-jam bermain dan terlibat secara intelektual bersama John setiap hari, sehingga akhirnya ia menjadi penuis ternama. Begitu pula orang tua Steven Spielberg, tak jemu-jemunya berdialog dan melayani aneka pertanyaan serta rasa ingin tahu Steven, sehingga akhirnya ia menjadi sutradara film terkenal. Tak terkecuali orang tua Thomas Alva Edison memegang peranan penting bagi perkembangannya sehingga ia menjadi seorang penemu ulung.
Rumah yang menunjang kreativitas adalah rumah dimana anak dan orang dewasa yang berada didalamnya terlibat dalam kebiasan kreatif. Aktivitas mendongeng atau membacakan cerita sangat bersemangat untuk merangsang kecerdasan maupun kreativitas anak. Melalui dongeng, anak juga dapat diajak berkomunikasi serta mencoba untuk melontarkan suatu gagasan terhadap pemecahan suatu masalah. Dan melalui dialog batin si kecil dengan dongeng-dongeng yang didengarnya itu, tanpa sadar mereka telah menyerap beberapa sifat positif, sperti keberanian, kejujuran, kehormatan diri, memiliki cita-cita, menyayangi binatang, membedakan hal-hal yang baik dan yang buruk, dan seterusnya.
Mengembangkan Kecerdasan Emosional
Beberapa ahli mengatakan bahwa generasi sekarang cenderung banyak mengalami kesulitan emosional, seperti misalnya mudah merasa kesepian dan pemurung, mudah cemas, mudah bertindak agresif, kurang menghargai sopan santun dan sebagainya.
Kecerdasan atau angka IQ yang tinggi bukanlah satu-satunya jaminan kesuksesan anak di masa depan. Ada faktor lain yang cukup populer yaitu kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional ini dapat dilatih pada anak-anak sejak usia dini. Salah satu aspeknya adalah kecerdasan sosial, dimana anak memiliki kemampuan untuk mengerti dan memahami orang lain serta bertindak bijaksaadalam hubungan antar manusia. Suasana damai dan penuh kasih sayang dalam keluarga, sikap saling menghargai, disiplin dan penuh semangat tidak mudah putus asa, semua ini memungkinkan anak untuk mengembangkan kemampuan yang berhubungan dengan kecerdasan emosionalnya.
Seminar “Menjadikan Anak Sehat & Cerdas bersama RSIA Hermina” (Dr. Seto Mulyadi Psi, Msi)
Sabtu, 31 Agustus’02/Raddin hotel
25 Pertanyaan seputar Bayi
| 1. Apakah manfaat ASI bagi bayi lahir dini ? | |||||||||||
| ASI sangat dibutuhkan oleh semua bayi, terlebih lagi bayi lahir dini | |||||||||||
| (prematur) . Ketika melewati masa kritis, yaitu minggu pertama kelahirannya , bayi lahir dini sedang berjuang untuk tumbuh. Tak ada yang dapat membantu perjuangannya selain ASI. Sebaiknya, bayi tetap disusui, sekalipun bayi lahir dini umumnya tidak banyak minum. Si kecil sangat membutuhkan ASI, karenaASI menyediakan antibody, kalori, vitamin dan protein sesuai kebutuhan si kecil di masa kritis itu. | |||||||||||
| 2. Normalkah jika ASI merembes waktu mendengar tangisan bayi ? | |||||||||||
| Normal, Bahkan jika yang menangis itu bukan bayi Anda. Hal ini terjadi karena reaksi oxytocin, hormon yang bertugas mengatur produksi ASI, akan segera diproduksi sesaat Anda teringat pada si kecil. atau mengalami sesuatu yang mengingatkan Anda pada si kecil. | |||||||||||
| 3. Bayi baru sering menangis dan terlihat tidak bahagia, apakah ini pertanda dia bayi sulit ? | |||||||||||
| Hal ini normal terjadi, dan belum dapat digolongkan sebagai bayi sulit. Penelitian menunjukkan bahwa tangis si kecil membentuk pola tertentu. Si kecil akan sering menangis setelah memasuki usia 2 - 3 minggu kelahirannya, dan akan mencapai puncaknya pada usia 6 - 8 minggu, untuk kemudian mereda kembali, hingga mencapai titik terendah pada bulan keempat.Selain itu, bayi biasanya menangis untuk sekedar melepas ketegangan. | |||||||||||
| 4. Mengapa bayi sering menggeliat ? | |||||||||||
| Bayi, terutama yang masih sangat kecil, banyak bergerak. Umumnya gerakan mereka terjadi diluar kendali, dengan hentakan-hentakan yang disebabkan oleh pesatnya perkembangan neurologis di bulan-bulan pertama. Namun, jika menurut ,Anda gerakannya lebihdaripada gerakan biasa - seperti kejang-kejang- segera konsultasikan ke dokter. Pada beberapa kasus, gerakan spontan mengindikasikan adanya serangan atau gangguan neurologis. | |||||||||||
| 5. Dapatkah bayi baru lahir mengenali suara ibunya ? | |||||||||||
| Penelitian menunjukkan bahwa bayi dapat mengenali suara ( suara orang tua, misalnya ) dan bereaksi pada bulan pertama kelahirannya, namun tak dapat dipastikan dapat memahami emosi dan makna dari intonasi yang menyertai suara tersebut. | |||||||||||
| 6. Adakah faktor yang perlu diperhatikan agar dapat menyusui dengan baik ? | |||||||||||
| Â>6. Adakah faktor yang perlu diperhatikan agar dapat menyusui dengan baik ? | |||||||||||
| · Segera beri ASI saat si kecil terlihat lapar. Paling tidak, 10 - 12 kali sehari selama minggu pertama. Semangkin sering si kecil disusui, semangkin meningkat produksi ASI Anda. | |||||||||||
| · Pastikan si kecil disusui dalam posisi yang tepat, Pipi dan dagunga menempel pada payudara, dan seluruh areola berada dalam mulut bayi. Posisi menyusui yang baik akan mengurangi terjadinya resiko luka di sekitar areola. | |||||||||||
| · Susui si kecil dengan kedua payudara secara bergantian, setiap kali menyusui. | |||||||||||
| 7. Posisi tidur seperti apakah yang baik untuk bayi baru ? | |||||||||||
| Penelitian terakhir mengindikasikan bahwa bayi yang baru lahir sebaiknya dibaringkan dengan posisi terlentang. Posisi ini berperan mencegah terjadinya risiko kejadian SIDS ( Sudden Infant Death Syindrome ) | |||||||||||
| 8. Bagaimana perawatan yang tepat sebelum tali pusat si kecil puput ? | |||||||||||
| Setiap mengganti popok si kecil, tutupkanlah kapas beralkohol pada tali pusat si kecil. Kemudia bersihkanlah sekelilingnya dengan kapas. | |||||||||||
| Hingga saatnya puput, sebaiknya Anda tidak menutupi daerah tersebut dengan popok. Sebaiknya, lipat popok pada bagian bawah tali pusat, demi melancarkan aliran udara di sekitarnya. | |||||||||||
| Biasanya tali pusat akan puput setelah 1 - 2 minggu. | |||||||||||
| 9. Apakah baik jika Si kecil tidur di tempat tidur yang sama dengan orangtuanya ? | |||||||||||
| Ada sisi negatif dan positif dari aktifitas ini. Sisi positifnya adalah si kecil akan lebih mudah disusui pada malam hari, dan Anda akan merasa aman karena berdekatan dengannya. | |||||||||||
| Sedangkan sisi negatifnya adalah Anda membuka peluang terbentuknya kebiasaan yang sulit untuk dirubah | |||||||||||
| 10. Apakah tandanya kondisi si kecil sedang tidak sehat ? | |||||||||||
| Jika salah satu atau beberapa tanda di atas terlihat, segera bawa si kecil ke dokter. | |||||||||||
| · Suhu tubuh yang tinggi, pada bayi yang baru lahir seringkali menandakan bahwa si kecil sedang mengalami demam. | |||||||||||
| · Muntahan yang berulang menimbulkan resiko dehidrasi pada si kecil. | |||||||||||
| · Buang air besar lebih dari sekali dalam sehari dengan kuantitas yang lebih banyak dari biasanya, lebih cair, dan mengandung lendir atau darah. | |||||||||||
| · Daerah sekitar mulut kering, mata dan ubun-ubun cekung menandakan bahwa si kecil kekurangan cairan. | |||||||||||
| · Tidak memiliki napsu makan. | |||||||||||
| 11. Kapankah bayi baru dapat melihat dengan fokus dan membedakan obyek yang dilihatnya ? | |||||||||||
| Paham umum yang berlaku mengatakan bahwa bayi baru dapat melihat dengan jelas beberapa bulan stelah lahir. Namun, dengan cara pengujian tertentu kini telah diketahui bahwa hanya beberapa minggu setelah kelahirannya, si kecil sudah dapat melihat dan membedakan obyek yang dilihatnya. Hanya saja, jarak pandangnya masih sangat terbatas, yaitu 8 - 15 inci dari matanya. Sesungguhnya ini adalh jarak yang terentang antara wajah bayi dengan wajah ibu ketika menyusui. | |||||||||||
| 12. Mungkinkah menyusui dalam posisi tidur pada malam hari menyebabkan infeksi telinga pada bayi baru ? Menyusui si kecil dengan posisi tidur sama sekali tidak ada hubungannya dengan infeksi telinga si kecil. Sebaliknya, menyusui pada malam hari, apapun posisinya. justru membantu ibu menyiapkan produksi ASI-nya, yang berarti menurunkan resiko infeksi telinga pada si kecil. | |||||||||||
| 13. Apakah jadwal imunisasi bayi prematur berbeda dengan bayi lahir cukup bulan ? | |||||||||||
| Anak yang lahir prematur memang memiliki banyak kekhususan. Ada yang perkembangannya lebih lambat dibandingkan dengan bayi lahir cukup bulan, dan ada yang justru lebih cepat. Tetapi semua itu sehubungan dengan perkembangannya. Perlu diketahui bahwa jadwal imunisasi tidak diatur berdasarkan perkembangan dan kematangan usia kelahiran, melainkan berdasarkan kebutuhan si kecil yang dihubungkan dengan waktu setelah si kecil lahir.
Dirangkum dari berbagai sumber (AAP, La leche league, breastfeeding.com, WHO intl, dsb) 1. Terpenting : Selama ibu di tempat kerja, Peraslah / pompalah ASI setiap 3-4 jam sekali secara teratur. Ini perlu dilakukan agar produksi ASI tetap terjaga. An ASI tuh dibuat based on demand. Kalo gak ada permintaan, ya gak akan dibuat. Kalau permintaannya sedikit ya akan sedikit juga yg diproduksi nantinya. ASI tsb bisa disimpan dalam botol dan dan disimpan dalam kulkas (jika di kantor ada kulkas). Atau ibu bisa menyimpannya dalam termos yang diberi es batu atau blue ice. 2. Yg tidak kalah pentingnya : ibu harus dalam keadaan RELAX. KONDISI PSIKOLOGIS ibu menyusui sangat menentukan keberhasilan ASI eksklusif. Menurut hasil penelitian, > 80% lebih kegagalan ibu menyusui dalam memberikan ASI eksklusif adalah faktor psikologis ibu menyusui. Saat ibu memeras ASI, jangan tegang dan jangan ditargetkan berapa banyak ASI yg harus keluar. Ingat : 1 pikiran "duh ASI peras saya cukup gak ya?" maka pada saat bersamaan ratusan sensor pada otak akan memerintahkan hormon oksitosin (produksi ASI) utk bekerja lambat. Dan akhirnya produksi ASI menurun. Relaks saja ya bu. Buat suasana senyaman mungkin saat memeras ASI. Bawa foto anak jika perlu saat memeras ASI. Peran ayah juga disini sangat dibutuhkan. Jika ayah mendukung maka ASI akan lancar. 3. Saran dilakukan begitu sebelum kembali dari cuti : beritahu atasan ibu bahwa ibu menyusui dan ingin berhasil memberikan ASI eksklusif. Jelaskan juga bahwa pada jam tertentu ibu perlu waktu khusus untuk memeras ASI. Sehingga atasan ibu & lingkungan kerja dapat mendukung keberhasilan ASI eksklusif. 4. Begitu ibu kembali dari tempat kerja, susukan bayi langsung dari payudara. Hal ini diperlukan untuk menjaga refleks ASI & kerja hormon2 ASI, sehingga produksi ASI tetap terjaga. Jadi ASI peras yg | |||||||||||



bravenet.com